All about Mee in P

Thursday, April 05, 2007

For my b’day

Suasana di pintu masuk pintu D terminal keberangkatan internasional bandara Soekarno-Hatta sangat ramai. Orang-orang yang kebanyakan merupakan para pengantar bergerombol mengelilingi kerabat atau teman mereka yang akan meninggalkan tanah air. Mereka yang akan pergi nampak sibuk kesana kemari. Bukan apa-apa, tapi sibuk menghampiri dan mengobrol dengan teman atau saudara yang mengantarkan mereka.

Aku menyebar pandangan mencari sosok Nuri, teman sekantorku yang malam ini berangkat ke Jepang untuk melanjutkan pendidikan di program Pasca Sarjana. Nuri mendapat beasiswa dari pemerintah Jepang dan akan berada di negeri sakura itu selama 3 tahun. Tahun ini sebanyak 45 orang terpilih dari 3500 pelamar. Dan aku adalah salah satu pelamar yang gagal.

Sebenarnya aku tidak ingin datang ke sini untuk melepas Nuri pergi. Aku bukanlah orang yang kuat, yang sanggup tersenyum bahagia melihat orang lain mendapatkan apa yang sangat aku inginkan. Aku juga khawatir tidak bisa bersikap ikhlas di depan Nuri saat mengucapkan selamat jalan.

Tapi aku tidak mungkin tidak datang. Semua teman sekantor datang ke bandara sepulang kerja. Bahkan bapak presdir pun ikut datang. Memang Nuri adalah karyawan kepercayaan presdir, dan aku sangat memahami perasaan presdir yang kehilangan orang kepercayaannya. Tak heran jika beliaupun menyempatkan diri untuk datang. Dan sekarang di sinilah kami berada. Di depan pintu masuk terminal keberangkatan internasional bandara Soekarno-Hatta.

“Itu dia Mee!” teriak Widi sambil menunjuk ke arah Nuri. Widi adalah sahabat Nuri sejak kuliah yang juga teman sekantorku. Sejak minggu lalu dia ribut menyusun rencana mengantar Nuri ke bandara. Aku segera mengikuti Widi berjalan ke arah Nuri. Terlihat presdir kami dan rombongan sudah lebih dulu sampai dan sedang berbicara dengan Nuri dan ayahnya. Aku tidak berani mengganggu mereka sehingga aku hanya mengangguk ke arah Nuri dan berdiri agak terpisah. Sementara Widi memberi salam kepada ibu dan keluarga Nuri yang lain.

Sendiri di tempat ini membuat mataku basah. Perasaanku bercampur aduk antara kagum, kecewa, iri, sedih juga perasaan tertantang. Kagum atas keberhasilan Nuri. Dia memang hebat. Aku sudah membaca proposal yang dia kirimkan untuk melamar beasiswa. Tidak sempurna mungkin, tapi jauh lebih sempurna dari proposal yang aku kirim. Dibandingkan dengan proposal Nuri, proposalku sama sekali tidak bisa disebut sebagai proposal.

Selama ini aku selalu berlindung di balik kalimat “Aku tidak bisa menulis”. Memang aku tidak pandai merangkai kata-kata sejak kecil. Sudah pembawaan mungkin. Tapi aku ingat beberapa kali aku bisa membuat karangan yang kata orang bagus. Bukankah itu bukti bahwa aku bukan sama sekali tidak bisa menulis?

Ayo Mee kamu bisa! Berulang kali aku menyemangati diriku sendiri. Dan di sini, di bandara ini aku bisa memecut diriku supaya berusaha lebih keras supaya bisa menulis proposal yang lebih baik dan pantas disebut proposal. Jika Nuri bisa kenapa aku tidak? Dan seharusnya pikiran yang merusak itu harus aku buang jauh dari kepalaku. “You will when you believe.” Jika aku percaya aku tidak bisa, tentu saja aku tidak akan berhasil sampai kapanpun.

“Mee, dipanggil presdir tuh!” kata Widi membuyarkan kesepian yang kuciptakan di sekelilingku. Aku lihat pak presdir sudah selesai berbicara dengan Nuri dan ayahnya.

“Sudah hampir jam 8. Nuri harus segera berangkat. Kamu belum menyapa Nuri kan?” kata pak presdir setelah aku mendekat.

“Mee, ganbatte ya!” Nuri menggenggam erat tanganku dan menatap lekat mataku. Aku hanya bisa tersenyum dan mengangguk. Aku tidak mengerti dia menyuruhku semangat untuk apa. Untuk meneruskan pekerjaannya atau untuk mencoba melamar beasiswa tahun ini. Entahlah. Yang jelas aku serasa mendapat tambahan semangat dari genggaman tangannya.

“Tahun depan kamu yang berangkat ya Mee!” kata Desi, teman sekantorku yang lain, yang berdiri di sampingku setelah kami semua berpoto bersama dengan Nuri.

“Amin!” jawabku sambil mencoba tersenyum. Aku tidak ingin dia tahu perasaan yang sedang aku rasakan. Semua orang tidak boleh tahu bahwa ada peperangan di dalam dadaku. Bahwa aku sedang berusaha mendapatkan semangatku kembali.

“Mee, Pak Presdir mau balik tuh. Katanya jam 10 ada rapat.” kata Widi setengah berteriak setelah mendekati kami. Suasana hiruk pikuk ini tak memungkinkan untuk berbicara dengan volume suara biasa.

“Iya, kita juga ikutan balik kan?” jawabku sambil melihat jam tangan. Jam 8 lewat 15 menit. Berarti sebentar lagi Nuri akan benar-benar meninggalkan kami. Aku masih ingin berada di tempat ini. Aku masih ingin mendapatkan sumbangan tenaga dari tempat ini. Menyaksikan mereka yang hendak pergi dengan wajah ceria merupakan motivasi terbesar bagiku. Tahun depan aku juga akan seperti mereka. Pasti!

Dengan membawa perasaan yang lebih bersemangat, aku meninggalkan bandara Soekarno-Hatta. Tahun depan, teman sekantorku akan mengantarkan aku seperti ini.


Untuk diriku yang berulang tahun hari ini.

Selamat ulang tahun!

Semoga semangatmu tidak akan luntur dan kamu segera mendapatkan yang kamu inginkan atas ijin Alah SWT.

Amin

Terima kasih kepada teman-teman yang dah memberikan ucapan selamat.

Zutto ikimasu yo! Dare ni mo makezu ni ikimasu! (Aku akan terus hidup! Tidak akan kalah dari siapapun!)

Labels:

5 Comments:

  • Mee....
    Otanjoubi Omedetou Gozaimasu.
    Pecutan baru dihari ulang tahun yah! :)
    Yoshhhhh Ganbatte neeeee!!!!!!
    Kamu bisa kok nulis...you can if you think you can. Tahun depan aku tunggu di Jepang deh :p

    By Blogger imoet, at Fri Apr 06, 11:42:00 PM 2007  

  • Hoeeee Selamat Ulang Tahun Emmy, tambah dewasa dong, ga boleh mikir jelek gitu :) ya.. ya... ??. "Dia" pasti punya another plan buat kamu yang lebih oke deh ;)... ayo semangattt !!!

    By Anonymous Anonymous, at Sat Apr 07, 10:13:00 AM 2007  

  • mee-chaaaaannnn hepi birthday!! maap telat yah. pokoke tetap semangat!!! ganbatte kudasaaaii yoo!!

    By Blogger Pre, at Thu Apr 12, 01:30:00 AM 2007  

  • hore... mba emmy sudah besar...!! Selamat Ulang tahun mba. Perkenalkan aku adalah orang maniez yang sekamar ama mba emmy.... :-)

    By Anonymous Anonymous, at Fri Apr 13, 06:38:00 AM 2007  

  • tenkyu prens...
    ganbarimasu! :p

    By Blogger Mee, at Sat Apr 14, 11:30:00 PM 2007  

Post a Comment

<< Home