kangen
akhirnya aku menelponnya juga
国際電話だった
tadi pagi dia bilang malam ini sendirian
jadi aku memutuskan untuk menelponnya
dan dia tertawa
tawa bahagia yang sudah lama rasanya tidak kudengar
aku tahu dia benar2 senang aku menelponnya
aku tahu....
sepertinya dia tidak menyangka aku akan menelponnya
dan sepertinya dia senang sekali
rasanya aku mau menangis mendengar tawanya
aku tahu akhir2 ini pasti dia tidak bisa tertawa seperti itu
kasihan sekali dia
tapi...
itu adalah pilihannya
aku tidak bisa memaksanya
aku telah berusaha dan ternyata aku tidak berhasil memaksanya
kemarin lusa dia bercerita kepadaku
katanya dia kesepian
tidak ada yang mengerti dirinya
"lalu dia2? apakah dia2 juga tidak mengerti dirimu?"
dia menjawab ada hal2 yang tidak bisa dibicarakan kepadanya2
"kenapa? kalian kan bersama jadi seharusnya kalian saling terbuka?"
"ada pride laki2 yang tidak bisa dibicarakan dengan perempuan. mungkin karena aku tidak bersamamu aku bisa cerita tentang semua ini. jika kita bersama mungkin aku juga melalukan hal yang sama"
"kalau sampai itu terjadi aku tidak akan bisa memaafkan diriku" pikirku
bagaimana mungkin membiarkan orang yang menjadi bagian hidupku menderita sendirian
tanpa kau bisa mengerti keadaanya dan membantunya?
surga pastilah tidak pantas untuk orang seperti itu.
aku selalu bertanya2
kenapa mereka bisa bersama lagi?
kenapa?
dan apakah keadaan ini akan terus mereka 'nikmati'?
I don't know what are you thinking about
tidak pernah mengerti
kuharap dia mau memberitahuku tapi rasanya tidak akan pernah itu terjadi
yang jelas hari ini, malam ini aku senang bisa mendegar suaranya
bisa mendengar tawa cerianya
semoga ini bukan yang terakhir
amin
国際電話だった
tadi pagi dia bilang malam ini sendirian
jadi aku memutuskan untuk menelponnya
dan dia tertawa
tawa bahagia yang sudah lama rasanya tidak kudengar
aku tahu dia benar2 senang aku menelponnya
aku tahu....
sepertinya dia tidak menyangka aku akan menelponnya
dan sepertinya dia senang sekali
rasanya aku mau menangis mendengar tawanya
aku tahu akhir2 ini pasti dia tidak bisa tertawa seperti itu
kasihan sekali dia
tapi...
itu adalah pilihannya
aku tidak bisa memaksanya
aku telah berusaha dan ternyata aku tidak berhasil memaksanya
kemarin lusa dia bercerita kepadaku
katanya dia kesepian
tidak ada yang mengerti dirinya
"lalu dia2? apakah dia2 juga tidak mengerti dirimu?"
dia menjawab ada hal2 yang tidak bisa dibicarakan kepadanya2
"kenapa? kalian kan bersama jadi seharusnya kalian saling terbuka?"
"ada pride laki2 yang tidak bisa dibicarakan dengan perempuan. mungkin karena aku tidak bersamamu aku bisa cerita tentang semua ini. jika kita bersama mungkin aku juga melalukan hal yang sama"
"kalau sampai itu terjadi aku tidak akan bisa memaafkan diriku" pikirku
bagaimana mungkin membiarkan orang yang menjadi bagian hidupku menderita sendirian
tanpa kau bisa mengerti keadaanya dan membantunya?
surga pastilah tidak pantas untuk orang seperti itu.
aku selalu bertanya2
kenapa mereka bisa bersama lagi?
kenapa?
dan apakah keadaan ini akan terus mereka 'nikmati'?
I don't know what are you thinking about
tidak pernah mengerti
kuharap dia mau memberitahuku tapi rasanya tidak akan pernah itu terjadi
yang jelas hari ini, malam ini aku senang bisa mendegar suaranya
bisa mendengar tawa cerianya
semoga ini bukan yang terakhir
amin
Labels: ungkapan hati

4 Comments:
mee.....
lupakanlah dia :-)
By
Anonymous, at Sun May 14, 09:15:00 PM 2006
Hmm I love the idea behind this website, very unique.
»
By
Anonymous, at Tue Jul 18, 07:40:00 PM 2006
Your are Nice. And so is your site! Maybe you need some more pictures. Will return in the near future.
»
By
Anonymous, at Fri Jul 21, 04:10:00 AM 2006
I find some information here.
By
Anonymous, at Sat Jul 22, 05:03:00 PM 2006
Post a Comment
<< Home