All about Mee in P

Tuesday, January 30, 2007

PENGUMUMAN (lagi, hehehe...)

Sehubungan dengan kepindahanku ke Jakarta (jadinya pindahan Kamis, 1 Feb) maka no. Starone-ku gak akan aku pake terhitung mulai besok (31 Jan) sore. Jadi, teman2 yang tau no. Starone-ku tolong hapus no. itu dari phone book kamu pls...

Asline mulai besok HP sak nomere akan berpindah tangan jadi kalo teman2 hubungi no. itu, maka gak bakalan nyambung ke aku ^^;

Sekian pemberitahuan dari aku dan terimakasih atas perhatian teman2 semua. :)

Labels:

Thursday, January 18, 2007

Pencapaian target Januari

PENGUMUMAN

Targetku di bulan Januari dah tercapai! Yes!
Masih ingat apa targetku di bulan ini? Yup, bikin SIM A ma SIM C. Hari ini keduanya dah jadi. Meski begitu karena masih pemula jadi aku lom bisa nyetir dengan tenang (baik motor maupun mobil). Biasalah gupuhan soale :(
Tapi ntar kalo dah biasa pasti gpp kan ya?

Nyetir perdana jarak jauh mungkin minggu depan ato 2 minggu lagi yaitu pas naruh barang2 ke rumah di Blitar. Mikir itu wes deg2an, mrinding kabeh mulai sekarang. Apalagi bayangin macet di daerah Lapindo Porong. Hiks…hiks…brani gak ya aku ngadepinya? :((

Tapi sebelum itu aku harus berusaha mencapai target minggu ini yaitu beresin kamar dan packing :(( Ini malah susah tercapai keliatannya. Pasti bakalan molor ampe minggu depan soalnya aku blas gak ada nafsu, semangat, kemauan untuk melakukannya. Duh…kenapa sih pindahan tuh kok begini ribet!!!! Mo minta tolong teman buat ngerjain tapi gak bisa karena aku lom nentuin barang2 apa yg mo dipulangin, juga lom bikin catetan pengelompokan barang. Dalam keadaan seperti itu aku gak bisa minta tolong temen buat bantuin karena aku pasti bakalan bingung nyari2 barangku ntarnya. Trus kalo kecampur ma yg harus dibawa ke Jakarta piye? Bahaya kan! Mikir tok aja dah ribet pa lagi pas ngerjainnya yah? Wes, ngumpulin kemauan aja dulu deh. :(

Labels:

Saturday, January 13, 2007

Novel menarik yang saya baca

Judul buku : Kirakira hikaru
Penulis : Kaori Ekuni
Penerbit : Shinchosha
ISBN : 4-10-380801-2 C0093
Bahasa : Jepang


Pernikahan antara seorang dokter spesialis yang homo dan seorang penerjemah freelance yang mempunyai sedikit gangguan kejiwaan dan kecanduan alkohol. Pernikahan yang diawali dengan perkenalan melalui mak comblang (miai kekkon) ini sebenarnya dilakukan karena kedua orang tersebut ingin menutupi kekurangan masing-masing. Mutsuki, si lelaki menikah untuk menutupi kelainan seksualnya, dan Shoko, si perempuan menikah karena dipaksa oleh ketakutan orang tuanya. Ketakukan anak perempuannya tidak bisa menikah selamanya karena tidak ada yang mau menikahinya.

Setelah menikah pun Mutsuki tetap berhubungan dengan kekasihnya, yang tentu saja laki-laki. Ini juga karena dorongan istrinya. Shoko melarang suaminya berpisah dengan kekasihnya. Shoko memang mempunyai pemikiran yang aneh mengingat gangguan yang dideritanya. Dia selalu memandang lukisan kakek tua Cezanne sambil berbicara sesuatu seakn tengah mengobrol dengan lukisan tersebut. Kadang dia menyanyi di depan lukisan karena si kakek menyuruhnya menyanyi. Dia juga selalu memberikan teh untuk bonsai hadiah dari kekasih suaminya ketika dia dan suaminya minum teh bersama. Tapi kecanduannya terhadap alkohol bukan karena keanehannya. Alkohol baginya tak lebih bagai air minum biasa.

Sementara Mutsuki tidak bisa dibilang penyuka alkohol. Dia hanya minum sekedarnya. Hal yang paling disukainya adalah kebersihan dan kerapian. Penyakit penyuka kebersihan ini yang membuatnya tidak membiarkan istrinya melakukan pekerjaan rumah. Dia tidak bisa mempercayakan pekerjaan bersih-bersih dan beres-beres rumah kepada istrinya. Bahkan memasak dan menyiapkan makanan pun Mutsuki yang melakukan. Enak sekali kan menjadi istri Mutsuki? :)

Pernikahan mereka yang tidak wajar ini ternyata telah mengikat mereka. Mereka adalah pasangan yang saling membutuhkan dan saling menyanyangi. Hidup tenang dalam dunia mereka masing-masing tanpa ada yang mengganggu.

Sampai suatu hari kejanggalan pernikahan mereka terbongkar dan hal tentang kelainan seksual Mutsuki sampai ke telinga orang tua Shoko. Perundingan keluarga dilakukan tanpa menghasilkan keputusan apapun. Tetapi Shoko tahu bahwa kedua orang tuanya tidak bisa menerima kenyataan meski Mutsuki maupun dia lebih nyaman dengan keadaan mereka sekarang.

Dalam keadaan seperti itu, Shoko untuk pertama kalinya merasa bahwa dia harus menyelamatkan rumah tangganya. Dia tidak ingin pernikahannya dengan Mutsuki hancur sehingga dia harus berpisah dengan Mutsuki. Dia ingat sahabatnya pernah berkata bahwa kehadiran anak akan membuat sebuah keluarga lengkap dan normal. Maka dia pergi ke rumah sakit tempat suaminya bekerja untuk berkonsultasi dengan teman suaminya tentang program bayi tabung. Tentu saja tanpa sepengetahuan Mutsuki.

Di lain pihak Mutsuki telah sejak awal diberi usul oleh ibunya sendiri untuk melakukan program bayi tabung tersebut. Tentu saja tujuan si ibu adalah supaya kelainan Mutsuki tidak diketahui oleh besannya. Ibu Mutsuki pun telah membicarakan rencana itu kepada Shoko menantunya tetapi baik Mutsuki maupun Shoko tidak menerima usul tersebut. Mereka lebih senang hidup berdua saja. Tapi sekarang setelah semuanya terbongkar, apakah Mutsuki akan tetap menentang program tersebut? Apakah Shoko berhasil mempertahankan keutuhan rumah tangganya dengan caranya sendiri?


Membaca novel ini membuat saya sadar ternyata ada juga pernikahan yang tidak wajar seperti ini. Cerita ditulis dari 2 sudut pandang, dari pikiran Shoko dan dari pikiran Mutsuki membuat pembaca lebih memahami karakter masing-masing tokoh dan konflik mereka alami. Mengingat novel ini ditulis dalam bahasa Jepang, cara penulisan seperti ini sangat membatu pembaca non native untuk memahami jalan cerita. Sayang sekali banyak huruf kanji yang tidak diberi furigana (cara baca) sehingga kadang ada kata-kata kunci yang sulit dimengerti. Mungkin karena ini adalah novel yang ditulis untuk orang dewasa Jepang yang tentu saja telah menguasai ribuan huruf kanji.

Jalan cerita novel ini mengalir tenang tanpa ada konflik yang memuncak tapi tetap saja enak dibaca apalagi jika anda membaca sambil mendengarkan musik yang lemah lembut. Mengingat pembaca tidak hanya sekedar membaca tapi dituntut juga untuk berpikir, memahami masalah-masalah yang dihadapi para tokoh. Pembaca juga pasti akan berpikir kembali tentang pernikahan. Apa sebenarnya tujuan dari suatu pernikahan? Apakah pernikahan seperti yang digambarkan dalam novel Kunio ini benar-benar tidak wajar? Kenapa setelah orang menikah akan dituntut untuk mempunyai keturunan? Apakah kita harus selalu hidup dalam kewajaran? Menikah, mempunyai anak, membesarkan anak, menikahkan anak, mendapatkan cucu, melihat cucu tumbuh dan seterusnya.

Anda yang sedang ingin berpikir tentang kehidupan, tentang berbagai macam pernikahan, juga anda yang ingin mengetahui jalan pikiran orang-orang yang ditengarai ‘tidak wajar’, saya sarankan untuk membaca novel ini. Oh, maaf, SANGAT saya sarankan untuk membaca novel ini.

Labels:

Friday, January 12, 2007

Hadiah yang tak tersampaikan

Panas! Sempit! Gelap!

Kenapa aku harus berada di sini? Apa yang dipikirkan tuanku ya? Dia sudah repot membungkusku sedemikian cantik, tapi akhirnya aku malah dihempaskan di sudut tempat tidur ini. Kenapa ya? Benar-benar tidak bisa dimengerti.

Ngomong-ngomong bukankah hari ini adalah hari Natal? Oh, iya! Seminggu yang lalu tuan bicara begitu kepadaku. Aku ingat waktu tuan membungkusku dengan rapi dia berkata “Seminggu lagi hari Natal lho. Saat itu kamu akan kuserahkan kepada tuanmu yang baru jadi jangan nakal ya!”

Seminggu telah berlalu dari waktu itu, berarti hari ini aku akan pergi ke tuanku yang baru. Senangnya! Seminggu ini aku tidak nakal jadi tuanku yang sekarang dan tuanku yang baru pasti akan senang.

Tapi, tapi, sekarang kan sudah malam. Kapan aku akan diserahkan kepada tuan baru? Tuanku juga tidak kelihatan. Sebenarnya ada apa sih? Tuan, kalau aku tidak segera kau serahkan kepada tuanku yang baru, Natal akan habis loh! Apakah itu bukan masalah?

Ah, itu tuanku! Tapi kok dia tampak lesu? Kenapa ya? Eh, dia melihat ke arahku! Lho! Mata tuanku kok merah? Tuan kenapa? Tuan menangis karena aku? Aku sama sekali tidak nakal kok. Aku terus menunggu di tempat yang gelap, sempit dan panas ini. Apakah tuan tetap marah kepadaku meski aku sudah tenang dan tidak nakal?

“Loh, kamu kenapa di pojokan begitu? Jangan-jangan aku tidak memperhatikanmu ya? Maaf ya…”

Tuanku ini memang baik. Jadi dia bukan dengan sengaja meletakkan aku di sudut tempat tidur kan?

“Eng… aku pernah mengatakan bahwa kamu hari ini akan kuserahkan kepada tuanmu yang baru kan? Sebenarnya aku akan menyerahkanmu hari ini. Tapi…tuanmu yang baru sangat sibuk dan tidak bisa datang ke tempat kita. Terus hari ini, tuanmu yang baru pergi ke kota lain untuk bekerja. Jadi hari ini aku tidak bisa menyerahkanmu. Maaf ya…. Aku benar-benar minta maaf. Aku pasti akan menyerahkanmu kepadanya, jadi kamu jangan nakal dan tetaplah menunggu seperti selama ini ya. Kamu tidak marah kan?”

Begitu ternyata. Karena itu tuanku tampak lesu hari ini. Rupanya karena aku tidak bisa bertemu dengan tuan baruku hari ini. Aku juga ingin segera bertemu dengan tuan baruku tapi tidak apa-apa meskipun hari ini aku akan bersama tuan. Tuan tadi mengatakan “pasti aku serahkan”, jadi aku akan menunggu dengan manis sampai saat itu tiba. Karena itu, tuan jangan menangis lagi. Tersenyumlah kembali. Kita harus percaya bahwa saat itu akan tiba.


Terjemahan dari “Watasenai purezento” tulisan Emmy Indah P

Labels:

Wednesday, January 10, 2007

mata oh mata ....:((

Senin kemarin aku cek mata sekalian beli lensa kontak baru mumpung ada dikon.

Dan sodara-sodara, hasil pemgecekan membuatku shock sampe ga bisa mingkem. Kacamata yg tadinya -4.75 (ka) dan -4.50 (ki) (data nov 2005) dan -4.50 (kanan) -4.25 (kiri) untuk kontak, jadinya sekarang -6 (ka) dan -5 (ki, asline -5.25 tapi kalo gabung kanan jadi segitu) untuk kacamata dan -5.50 (ka) -4.75 (ki) untuk kontak. Tarik nafas panjaaaaannnngggg...

Bener2 tidak bisa dimengerti kenapa naiknya drastis gitu meski hanya dalam 1 tahun. Kalo begini caranya, seberapa tebelnya kacamataku pas aku umur 50 nanti? Gak bisa bayangin kan? Serem bgt harus pake kacamata tebal di hari tua kelak. Ato mungkin bahkan aku dah gak akan bisa liat apa2 :(

Ada yg bisa kasih saran apa yg harus kulakukan untuk mengurangi minusku ato paling gak menghambat laju pertambahan minusku ini? Please help!

Labels:

Tuesday, January 09, 2007

Target Januari

Meski aku belum menentukan target apa yg pengen aku capai di tahun baru ini aku dah menetapkan target yg harus kucapai di bulan ini. Target tsb adalah "bikin SIM A dan SIM C"

Dulu gak pernah kepikiran buat bisa naik motor atau mobil apalagi bikin SIM. Tapi kepergianku ke Bali di akhir tahun lalu membuatku sadar kalo ternyata SIM itu perlu meski aku gak punya motor ataupun mobil. Emang banyak sih yg naik kendaraan bermotor tanpa memiliki SIM tapi aku gak pengen kaya gitu. Aku termasuk orang yg lebih suka taat peraturan :p Lagian kalo punya SIM lebih ngerasa safe deh.
Lah kenapa baru bulan ini ada niat bikin SIM? Karena aku pikir kalo Feb aku ke Jakarta aku gak bakalan punya kesempatan buat bikin SIM ntar2nya. Masak jauh2 pulang ke Blitar hanya untuk bikin SIM, males banget kan?

Trus karena mo ngurus SIM A makanya aku lagi blajar nyetir nih. Kemarin pelajaran pertama. Gak nyangka sekolah nyetir di Ina tuh simple banget yah. Hari pertama blajar aja dah ditinggalin ma gurunya suruh maju mundur sendiri sementara bpk guru turun dari mobil dan ngasih2 perintah dari luar. Pelajaran yg aneh pikirku. Pantesan banyak bgt pengemudi yg seenaknya nyetir di jalanan. Mungkin mereka nyetir kaya gitu karena gak tahu bener peraturan lalu lintas ya? Tapi anehnya aku kok jarang bgt liat kecelakaan ya? Apa karena aku jarang keluar rumah or denger radio?

Jadi inget cerita temen di Jepang (orang Jepang) pas mereka blajar nyetir. Kelas nyetir paling cepet 2 minggu dengan pelajaran full seharian. Pertama teori, trus tes teori, kalo lulus baru bisa blajar nyetir di dalam lingkungan sekolah. Trus ada ujian lagi. Kalo lulus baru bisa keluar ke jalan raya trus ujian tuk ngelanjutin blajar nyetir di malam hari. Lulus ujian nyetir malam hari berikutnya pelajaran nyetir di jalan tol yg tentu saja plus ujian. Trus apa lagi ya...kalo gak salah ada ujian lagi terakhir trus baru ujian tulis dan praktek buat dapet SIM. Oh, iya...ada juga ujian khusus buat markir mobil juga. Ribet banget kan? Apalagi kalo gak lulus setiap ujian gak bisa lanjut ke tingkat atasnya. Walah, coba kalo ada kursus mengemudi seperti itu di Ina pasti gak bakalan ada yg blajar di kursusan itu. Padahal pelajaran seperti itu emang perlu sih.

Tapi emang kayaknya untuk hal yg instan2 kaya gitu Ina nih rajanya ya...he..he..:D
Dan gak bisa dipungkiri kalo aku suka Ina yg kaya gini...ringkes gitu loh :p
Semoga aku cepet bisa nyetir ya...dan semoga aku cepet dapet SIM.

Labels:

Tuesday, January 02, 2007

Tahun 2007

Tahun baru dah datang dengan pembukaan yg bener2 gak bagus. Masak kecelakaan pesawat dibilang bagus sih.
Turut berduka cita yg sedalam2nya buat para korban kecelakaan pesawat Adam Air.

Aku sendiri mengawali tahun ini juga dengan kejadian yg gak kuinginkan. Bukan masalah yg langsung menimpaku sih, tapi masalah adik laki2ku satu2nya. Aku nyesel banget gak ada di deketnya pas dia mengalami masa sulit. Aku bener2 ngerasa berdosa karena seneng2 sendiri di Bali sementara dia melewati pergantian tahun dengan penuh masalah di Surabaya.

I'm really sorry dik :( Semoga semuanya cepet berlalu. Kamu sekarang pikirin aja sidangmu tgl 11 besok. Semangat pokoknya! Cepet lulus dan setelah itu kejarlah apa yg inginkan.
Kakakmu yg gak begitu care tapi selalu mendukung kamu akan tetep dukung apa yg jadi pilihan kamu :)

Labels: