Apa yang akan kau lakukan jika kau sedang marah?
Saat ini aku sedang merasa sangat kesal.
Sangat kesal, sampai-sampai dadaku terasa sesak karena aku menahan terus amarah ini sejak siang.
Jika aku sudah tidak bisa menahannya, maka air mataku akan mengalir begitu saja.
Dulu, dulu sekali ketika aku masih kecil, aku merasa bisa bebas melampiaskan kemarahanku.
Bahkan ketika aku masih kuliah, aku juga masih bebas berteriak untuk melampiaskan kekesalanku.
Tapi, akhir-akhir ini aku merasa aku tidak bebas.
Aku merasa kau harus menahan semuanya amarahku, bersikap seolah tak terjadi apapun, memasang tampang seolah tak ada hal ganjil yang terjadi.
Kemudian, ketika aku sendiri, aku bisa menumpahkan semuanya melalui airmata.
Aku tak tahu siapa yang memerintahkan aku untuk bersikap begitu.
Dan memang tidak ada.
Diriku sendiri yang menyuruhku mengendalikan emosi di depan umum.
Apakah ini yang diperlukan untuk menjadi dewasa?
Sulit sekali untuk menjadi dewasa ya?
Pengendalian diri yang menyakitkan, harus selalu kulakukan untuk menjalani hidup dengan orang lain.
Sangat memusingkan dan melelahkan…..
Oh, btw, beberapa hari yang lalu aku bertanya kepada temanku tentang bagaimana kesan orang ketika pertama kali melihatku. Karena banyak orang yang menganggap aku adalah orang yang serius sementara aku sendiri menganggap diriku orang yang melakukan semuanya seenak hatiku.
Dan apa jawabnnya?
Memang aku tergolong orang yang serius dia bilang.
Pertama kali orang melihatku, mungkin mengaggap aku tidak ramah, sombong, dingin, dan acuh.
Jawaban ini culup membuatku shock.
Jadi memang demikianlah aku di hadapan orang.
Serius dan membosankan?
Bagaimana pendapatmu, teman-teman yang pernah bertemu denganku?
Please, aku perlu saran untuk memperbaiki diri….Labels: diary